Ella Chrystyana Blog

kesehatan,pendidikan,kuliner,olahraga,sejarah

  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Sejarah

Minggu, 18 Februari 2018

SMP

Sekolah menengah pertama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman initampilkan/sembunyikan detail
Artikel ini adalah bagian dari seri
Pendidikan di Indonesia
Logo of Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia.svg
Pendidikan anak usia dini
Taman kanak-kanak
Raudatul athfal
Kelompok bermain
Pendidikan dasar (Kelas 1-6)
Sekolah dasar
Madrasah ibtidaiyah
Kelompok belajar Paket A
Pendidikan dasar (Kelas 7-9)
Sekolah menengah pertama
Madrasah tsanawiyah
Kelompok belajar Paket B
Pendidikan menengah (Kelas 10-12)
Sekolah menengah atas
Sekolah menengah kejuruan
Madrasah aliyah
Madrasah aliyah kejuruan
Kelompok belajar Paket C
Pendidikan tinggi
Perguruan tinggi
Akademi
Institut
Politeknik
Sekolah tinggi
Universitas
Lihat informasi mengenai
junior high school di Wiktionary.
Siswa SMP sedang berdiskusi
Sekolah Menengah Pertama (disingkat SMP, bahasa Inggris: junior high school atau Middle School) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).
Murid kelas 9 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah menengah pertama dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (atau sederajat).
Pelajar sekolah menengah pertama umumnya berusia 13-15 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.
Sekolah menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah menengah pertama negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah menengah pertama negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.
Di beberapa negara, SMP berlaku sebagai jembatan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah atas. Namun istilah tersebut dapat dipergunakan secara berbeda di beberapa negara, kadang-kadang saling berbanding terbalik. Untuk negara-negara yang mempergunakan bahasa Tionghoa, khususnya di Tiongkok, Taiwan dan Hong Kong, juga di Italia (= scuola media), SMP berkonotasi yang sama dengan secondary school.
Oleh karenanya di beberapa istilah di pemerintahan dan institusi pendidikan, SMP adalah nama lain dari "junior high school", yang pada dasarnya suatu sekolah setelah sekolah dasar. Penamaan sebagai junior high mulai muncul sekitar tahun 1909 pada waktu pendirian sekolah Indianola Junior High School di Columbus, Ohio.[1] Sedangan konsep penamaan sebagai middle school mulai diperkenalkan pada tahun 1950 dari Bay City, Michigan.[1]
Baca selengkapnya »
- Februari 18, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pendidikan

SMA

Sekolah menengah atas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini adalah bagian dari seri
Pendidikan di Indonesia
Logo of Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia.svg
Pendidikan anak usia dini
Taman kanak-kanak
Raudatul athfal
Kelompok bermain
Pendidikan dasar (Kelas 1-6)
Sekolah dasar
Madrasah ibtidaiyah
Kelompok belajar Paket A
Pendidikan dasar (Kelas 7-9)
Sekolah menengah pertama
Madrasah tsanawiyah
Kelompok belajar Paket B
Pendidikan menengah (Kelas 10-12)
Sekolah menengah atas
Sekolah menengah kejuruan
Madrasah aliyah
Madrasah aliyah kejuruan
Kelompok belajar Paket C
Pendidikan tinggi
Perguruan tinggi
Akademi
Institut
Politeknik
Sekolah tinggi
Universitas
Sekolah Menengah Atas (disingkat SMA; bahasa Inggris: Senior High School atau High School), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.
Pada saat pendaftaran masuk SMA yang menggunakan sistem online, siswa dapat memilih sekolah yang diinginkan dan memilih jurusan yang diminati. Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan SMA dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.
Pelajar SMA umumnya berusia 16-18 tahun. SMA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah - yakni SD (atau sederajat) 6 tahun dan SMP (atau sederajat) 3 tahun - maskipun sejak tahun 2005 telah mulai diberlakukan program wajib belajar 12 tahun yang mengikut sertakan SMA di beberapa daerah, contohnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.[1]
SMA diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan SMA negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, SMA negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.

Daftar isi

  • 1 Sejarah
  • 2 Budaya
  • 3 Kurikulum SMA
    • 3.1 Kurikulum 2013 [3]
  • 4 Referensi
  • 5 Lihat pula

Sejarah

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, bagi orang Belanda, Eropa atau elite pribumi yang telah menyelesaikan pendidikan dasarnya di ELS atau HIS, hanya dapat meneruskan pendidikan menengah umumnya di Hoogere Burgerschool (dalam ejaan baru kemudian menjadi Hogereburgerschool) yang disingkat HBS dengan masa studi lima tahun. Setelah lulus HBS, mereka dapat melanjutkan pendidikannya ke universitas di Belanda. Dengan kata lain HBS pada masa itu serupa dengan penggabungan SMP dan SMA sekarang dalam satu paket. Sekolah menengah tersebut hanya diperuntukkan bagi orang Belanda, Eropa atau elite pribumi. Hingga tahun 1916 hanya terdapat empat HBS milik pemerintah yaitu di Jakarta (1867), Surabaya (1875), Semarang (1 November 1877), dan Bandung (1916).
Sebagai konsekuensi dicanangkannya Politik Etis di mana salah satunya menyangkut bidang pendidikan, maka bagi orang pribumi dibukakan kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan, di mana sebelumnya kesempatan tersebut hanya bisa diperoleh kaum elite pribumi, dengan dibukanya Meer Uitgebreid Lager Onderwijs - MULO yaitu pendidikan dasar yang diperluas dan sekolah menengah umum di atasnya yaitu Algemeene Middelbare School (AMS). Pada tahun 1919, AMS pertama dibuka pemerintah Hindia Belanda berlokasi di Yogyakarta.[2]:24 Hingga saat itu terdapat dua jenis sekolah menengah umum yaitu HBS dan AMS (bagi lulusan MULO), selain sekolah menengah setingkat HBS seperti Gymnasium dan Lyceum.
Sistem tersebut bertahan hingga tahun 1942 ketika masa pendudukan Jepang dimulai, di mana kemudian jenjang sekolah menengah atas disebut dengan Sekolah Menengah Tinggi (SMT).
Pada tahun 1945 sebagai pada masa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dari SMT berubah menjadi Sekolah Menengah Oemoem Atas (SMOA) pada tanggal 13 Maret 1946 di Jakarta yang bertransfomrasi dari SMT yang menjadi SMOA menempati Gedungan PSKD di Jalan Diponegoro di Salemba.
Pada tahun 1950 sebagai pada masa Republik Indonesia Serikat dari SMOA kemudian berubah nama menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dikategorikan menjadi tiga bagian yakni:
  1. SMA A (Bahasa)
  2. SMA B (Ilmu Pasti dan Ilmu Alam)
  3. SMA C (Ilmu Sosial)
Baca selengkapnya »
- Februari 18, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pendidikan

Sabtu, 17 Februari 2018

Makanan Thailand

Food
10 Kuliner Khas Thailand yang Wajib Kamu Coba
2017-09-11 06:50:46
HIS Travel
Thailand tak hanya menawarkan pemandangan alam yang indah. Negeri ini juga memiliki begitu banyak kuliner khas yang wajib kamu coba saat berkunjung ke sana. Simak baik-baik 10 daftar kuliner khas Thailand berikut ini dan jangan sampai kamu melewatkannya saat kelak berwisata ke sana :
1. Kalamae
Image source : ringingear.wordpress.com/tag/nice-food/ 
Kalamae adalah sejenis kudapan dengan rasa yang manis dan tekstur yang lengket. Makanan ini terbuat dari ketan yang dihaluskan atau tepung ketan, gula palem atau gula pasir, dan santan. Ketiga bahan tersebut dimasak sambil diaduk-aduk hingga diperoleh tekstur yang kenyal dan lengket. Adonan yang sudah matang kemudian dipotong kecil-kecil dan ditaburi dengan wijen kemudian dikemas dalam plastik.
Biasanya ada dua varian Kalamae yakni Kalamae berwarna coklat yang menggunakan gula palem dan Kalamae berwarna hijau yang menggunakan gula putih serta diberi perwarna hijau dari daun pandan. Makanan ini bisa didapatkan dengan mudah terutama di Samui karena ada banyak pohon kelapa di daerah ini. Para ibu rumahtangga mahir membuat makanan yang satu ini sebagai kudapan bagi seluruh anggota keluarga. 
2. Tom Yam
Sup khas Thailand yang satu ini begitu populer dan bahkan telah mendunia. Tom Yam memiliki rasa yang kuat karena dibumbui dengan berbagai rempah-rempah seperti serai, laos, jeruk nipis, saus ikan, daun jeruk dan juga cabai. Kuah yang kental dan berbumbu ini semakin lengkap dengan potongan cumi, udang dan jamur. Tom Yam asli Thailand biasanya memiliki rasa yang pedas. Karena itu, jika kamu tidak suka pedas sebaiknya tanyakan tingkat kepedasannya saat hendak memesan. 

3. Phad Thai
Makanan ini pertama kali dikenal di Thailand pada masa kerajaan Ayutthaya. Phad Thai diyakini berasal dari Cina atau dari Vietnam. Phad Thai terdiri dari mie yang terbuat dari beras, telur, tahu, asam jawa, saus ikan, bawang putih, cabai, gula palem, dan kacang kedelai. Sebagai tambahan bisa juga dimasukkan potongan ayam, udang ataupun kepiting. Di Thailand, makanan ini bisa ditemukan di restoran hingga warung kaki lima.
Image source : https://en.wikipedia.org/wiki/Pad_thai

 4. Khao Phad
Khao Phad adalah nama yang diberikan orang Thailand untuk nasi goreng. Nasi goreng khas Thailand ini menggunakan bahan-bahan yang terdiri dari nasi, telur, bawang putih, saus tiram, saus kecap, garam dan gula. Semua bahan-bahan ini dimasak dengan memakai wajan dan disajikan bersama potongan timun, selada, potongan jeruk dan potongan tomat. Beberapa variasi nasi goreng Thailand ditambahkan dengan potongan ayam, potongan daging babi, kepiting ataupun udang. Nasi goreng Thailand biasanya tidak berasa pedas sehingga disukai para wisatawan yang tidak terbiasa dengan menu-menu makanan Thailand yang pedas. 
 

5. Som Tam
 Som Tam adalah salad khas Thailand yang terbuat dari serutan pepaya muda yang diberi bumbu. Bumbu untuk salad ini antara lain cabai, gula palem, saus ikan dan perasan jeruk nipis. Selain serutan pepaya muda sebagai bahan utama, bahan pelengkap lainnya yang ditambahkan terdiri dari udang kering, tomat, kacang panjang, terung bulat dan kacang sangrai yang ditumbuk kasar. Som Tam yang segar sangat cocok dinikmati bersama-sama dengan teman dan keluarga. 
Image source :www.maangchi.com
Baca selengkapnya »
- Februari 17, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Kuliner

Makanan Filipina

10 Makanan & Jajanan Enak Khas Filipina

19 Feb 2015
Created by : Tom Becher
Edited by : Ibnu Asqori Pohan   

1. Chicken Adobo


  Makanan yang satu ini hampir bisa ditemukan diseluruh rumah makan sederhana dipinggiran jalan di Filipina. Mirip dengan Bestik kalo di Indonesia. Dengan daging ayam yang dimasak dengan kecap asin dan dipadu dengan kentang, biasanya makanan ini sering disajikan juga ketika teman-teman sedang dalam perjalanan ke Filipina dengan pesawat.




2. Balot


  Balot adalah jajanan khas Filipina. Balot biasanya dibeli saat menjelang malam hari. Dan bagian paling enak menurut orang Filipina adalah tulangnya. Air dari balot juga hampir sama dengan sup ayam. Balot memiliki kadar protein yang tinggi, sehingga dipercaya mampu membuat orang lebih kuat. Balot paling enak dimakan setelah usia 21 hari dimana janin bebek sudah membentuk paruh dan bulu. Biasanya, balot dimakan bersamaan dengan garam atau cuka dan semakin nikmat jika diminum dengan minuman berkarbonasi.
3. Halo-Halo


Di Indonesia, mungkin ini disebut dengan es campur, tetapi racikan dan komposisi makanan penutup ala Filipina ini lebih compleks dan bervariasi. Halo-Halo merupakan minuman es Filipina. Menggunakan buah nangka, daging kelapa, buah palm, pisang, ice cream, ubi ungu manis, nata de coco, ketan, jagung, sago, dan juga susu. Es halo halo sangat segar diminum dan sangat terasa nikmat.





4. Chicken Inasal


 Makanan ini bisa ditemukan hampir diseluruh penjuru sudut Metro Manila. Bisa disebut juga dengan ayam panggang atau bakar, tapi di Bacolod ini bukan sekedar ayam bakar biasa. Daging direndam dalam campuran serai, calamansi (jeruk khas Filipina), garam, merica, dan bawang putih, lalu diolesi dengan minyak achuete (biji annatto). Setiap bagian dari ayam yang dipanggang terdiri dari paa (paha), pecho (payudara), baticulon (tenggorokan), atay (hati), Pakpak (sayap), dan corazon (jantung). Lalu sajian itu sangat enak jika dihidangkan pula bersamaan dengan nasi bawang putih. Dan jangan lupa untuk mencelup daging terlebih dahulu ke dalam minyak jeruk.


5. Lechon Babi


Lechon atau babi panggang merupakan makanan yang harus disajikan dalam setiap kali perayaan di Filipina. Seperti acara ulang tahun, Natal (terutama di Butuan), fiesta, pernikahan. Karena merupakan makanan yang sangat pokok, pada kesempatan tersebut akan terasa tidak lengkap tanpa kehadiran babi panggang. Di Filipina ini sendiri, makanan ini sangat mudah dijumpai. Dengan kulit renyah dan lembut, daging lezat, menggoda untuk menggigit daging ini selagi panas. Hanya, makanan ini tidak disarankan bagi yang memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.
Baca selengkapnya »
- Februari 17, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Kuliner

pendidikan


Rangkaian dari
Ilmu
Ilmu formal[tampilkan]
Ilmu fisik[tampilkan]
Ilmu kehidupan[tampilkan]
Ilmu sosial[tampilkn]
Ilmu terapan[tampilkan]
Antardisiplin[tampilkan]
  • Portal
  • Kategori
  • l
  • b
  • s
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.

Daftar isi

  • 1 Filosofi pendidikan
  • 2 Fungsi pendidikan
  • 3 Ekonomi
  • 4 Referensi
  • 5 Lihat pula
  • 6 Pranala luar

Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."[butuh rujukan]
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Baca selengkapnya »
- Februari 17, 2018 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Pendidikan
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Makanan Ringan

10 Ide Bisnis Makanan Ringan untuk Pemula ...

  • Makanan Thailand
    ...
  • Soeharto dan Isu Agama di Tubuh Tentara
    Soeharto dan Moerdani. Foto/garudamiliter.blogspot 148 Shares Reporter: Iswara N Raditya 26 Januari, 2018 dibaca norma...
  • SEJARAH FACEBOO
    Tahukah Anda kalau Facebook.com awalnya berasal dari nama TheFacebook.com, yang dimana merupakan jaringan sosial skala kecil untuk l...

Laporkan Penyalahgunaan

Total Tayangan Halaman

Pengikut

label

mengenai profil saya

Kesehatan Kuliner Olahraga Pendidikan Sejarah

Cari Blog Ini

  • Beranda

pencarian blog

  • Beranda
  • Sukses
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.